Daftar Penyair Pendukung Antologi
No Puisi , Penyair :
19. Budhi Setyawan, penyair kelahiran Purworejo, Jawa Tengah. Kini menetap di Bekasi, Jawa Barat. Bergiat di Komunitas Sastra Reboan serta sebagai penggagas dan Ketua Forum Sastra Bekasi.
20.Bagus Setyoko Purwo, tinggal di Babelan Town, kab. Bekasi, menulis fiksi dan non fiksi, bergabung di Forum Sastra Bekasi, menulis di bulletin Jejak Forum Sastra Bekasi, mengajar di SMK Ananda, Bekasi Timur dan STIE Indonesia, Jakarta
21.Dian Rusdiana, lahir di Jakarta 14 September 1978. Perempuan lulusan akuntansi Universitas Gunadarma yang hobi mendengarkan musik dan membaca. Puisi-puisinya termuat di Buletin JEJAK, Radar Bekasi, Indopos, Cakrawala Makasar, Antologi Kepada Bekasi (2013), Gemuruh Ingatan (2014), Dari Negeri Poci 5: Negeri Langit (2014), Empati untuk Gaza (2014), Lumbung Puisi (2014), dll. Berkegiatan di komunitas Forum Sastra Bekasi (FSB). Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.
22. Bambang Widiatmoko, pengarang kelahiran Yogyakarta ini telah memiliki kumpulan puisi tunggal Pertempuran (1980), Anak Panah (1996), Agama Jam (2002), Kota Tanpa Bunga (2008), Hikayat Kata (2011), dan Jalan Tak Berumah (2014). Cerpennya terhimpun dalam antologi Bupati Pedro, Laki-laki Kota Rembulan (DKS, 2002), dan Elegi Gerimis Pagi (KSI, 2002). Sajak-sajaknya terhimpun dalam antologi bersama penyair lain Puisi Indonesia 1987 (DKJ, 1987), Tonggak IV (1987), Antologi Puisi Indonesia (1997), Antologi berbahasa Mandarin Penyair Kontemporer Indonesia (2008), Tanah Pilih (1998), Sajak Rindu Bagi Rasul (2010), Equator (edisi tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Jerman, 2011), Akulah Musi (2011), Tuah Tara No Ale (2011), Deklarasi Puisi Indonesia (2012), Sauk Seloko (2012), Penyair Menolak Korupsi (2013), Secangkir Kopi (2013), Lintang Panjer Wengi di Langit Yogyakarta (2014), Jula Juli Asem Jakarta (2014), dan di lebih 50 kumpulan puisi yang lain. Karyanya dibahas dalam buku kritik sastra Puisi Indonesia Hari Ini: Sebuah Kritik (Korrie Layun Rampan, 1980), Bahasa Puisi Penyair Bambang Widiatmoko (Fakultas Sastra UGM, 1987), Berburu Kata Mencari Tuhan (Gama Media, 2008), Perjumpaan dengan Banten (Kumpulan Esai Wan Anwar, Kubah Budaya, 2011). Bianglala Perempuan dalam Sastra (Sugihastuti, Lembah Manah, 2012). Negeri Api Berlangit Puisi (KSI, 2013). Ikut menulis esai di buku In Memoriam Titie Sahid, Jejak Kepergian (Aksara, 2012) dan Jaket Kuning Sukirnanto (2014), serta di buku makalah seminar internasional Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), tahun 2010, 2012, dan 2015. Kumpulan esainya Kata Ruang (Leksika, 2015). Dia diundang mengikuti 33rd World Congress Of Poets di Ipoh Malaysia, 2013. Kini tercatat sebagai Anggota Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), staf pengajar ilmu komunikasi pada beberapa universitas di Jakarta, dan Ketua Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Pusat.
23.Heru Mugiarso. Lahir di Grobogan, lima puluh empat tahun lalu. Aktif melakukan berbagai aktivitas sastra. Antologi puisinya yang telah terbit Tilas Waktu ( 2011) . Inisiator gerakan Puisi Menolak Korupsi yang diikuti oleh ratusan penyair Indonesia.
24. Ayid Suyitno PS adalah Lulusan SMA Negeri 31 Jakarta tahun 1979 dan IKIP Jakarta tahun 1983. "Menunggu Kasih" adalah puisi pertamanya yang dimuat media massa (majalah GADIS) pada 1977. Bergabung di Teater Jakarta Timur pimpinan Dorman Borisman dan Syarifuddin A.Ch pada 1978-1983. Diundang Dewan Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dalam forum "Puisi Indonesia 1987" dan "Dialog Penyair Jakarta 1989". Dewan Pendiri Kelompok Diskusi Sastra Kita, Jakarta, sejak 1984. Dewan Pendiri Komunitas Sastra Indonesia sejak 1996. Wartawan olahraga sejak 1983. Lebih 100 media dari koran sampai jurnalisme warta memuat tulisannya. 100 lebih lainnya menjadi Donor Darah di Palang Merah Indonesia cabang DKI Jakarta di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Tinggal di Pondok Kebalen Kab. Bekasi, Jawa Barat.
25. Aloeth Pathi, lahir di Pati- Jawa Tengah. Karyanya dimuat Mata Media antologi bersama, Lumbung Puisi Sastrawan 2014, kelola Buletin Gandrung Sastra Media & Perahu Sastra. Tinggal di Jln. Ronggo Kusumo 204, Sekarjalak, Margoyoso-Pati.
26.Osratus, adalah nama pena, dari Sutarso nama sebenarnya. Lahir di Purbalingga (Jawa Tengah), 8 Maret 1965. Pindah ke Sorong (Papua Barat), Tahun 1981. Pendidikan S1, Jurusan Administrasi Negara. Menulis puisi sejak tahun 1981. Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP Muhammadiyah Sorong (2006 – 2010). Buku Puisi : Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III (antologi bersama, 2015), Puisi Menolak Korupsi Jilid IV (antologi bersama, 2015). Tinggal di Sorong Papua.
27.Andrian Eksa lahir di Boyolali, 15 Desember 1995. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNY. Beberapa karyanya, berupa puisi, tergabung dalam beberapa buku antologi bersama. Seperti, Sang Peneroka (Editor: Esti Ismawati, Gambang Book 2014), Jaket Kuning Sukirnanto (Editor: Eka Budianta, dkk. Eugine Learning Center untuk PDS HB Jassin 2014), Memo untuk Presiden (Editor: Sosiawan Leak, Forum Sastra Surakarta 2014), Puisi Menolak Korupsi Jilid 3 (Editor: Sosiawan Leak, Forum Sastra Surakarta 2014), Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014 Jilid 1 dan Jilid 2 (Editor: RgBagus Warsono, HMGM 2014). Saat ini aktif di Sanggar Kesenian Kolaborasi (SANGKALA), FBS, UNY. Dan tinggal di Jogja..
28.Syarif hidayatullah, di lahirkan di Marabahan, tepian sungai Barito 20 oktober. Lulusan pond-pest Al-Mujahidin Marabahan, dan Sekarang sedang di jurusan ekonomi syariah di IAIN Antasari Banjarmasin. Puisi-puisinya pernah di muat diBanjarmasinpost, Media Kalimantan,Sastra Mata Banua dan Kumpulan puisinya juga termuat di aruh sastra Kalimantan selatan ke 10 “tadarus rembulan” (2013). Antologi dewan kesenian tengerang “tifa nusantara”(2013). “solo dalam puisi” (2014). “lumbung puisi sastrawan 2014 jilid 1” (2014). “sajak untuk pemimpin negeri” (2014). “karena cinta itu manusia” (2014),menggugah Nasionalisme lewat puisi (2014, tubuh bencana (2014), lumbung puisi sastrawan Indonesia jilid 2 (2014), memo untuk presiden (2014), sang peneroka (ulang tahun 60 kurniawan junaidi) (2014),membuka cakrawala menyentuh fitrah manusia (ASKS Tapin 2014), merangkai damai (2015),lumbung puisi sastrawan Indonesia jilid III (2015),politik itu seni (2015), tentang kota yang berdetak dalam degup dada (2014),puisi menolak korupsi jilid 4 “ensiklopegila koruptor”(2015) , ada malam bertabur bintang “tadarus puisi banjarbaru” (2015) Dan buku antologi tunggalnya “estetika dalam sandiwara”. Sekarang ia bermukim di Kel. Kuripan. Kec. Banjarmasin Timur.
29.Didi Kaha (Usman Didi Khamdani) , penyair ini tinggal di Tangerang Selatan.
30. Mahbub Junaedi, lahir di Brebes Jawa Tengah, 23 November, Alamat, Jl Raya Grengseng no 10, RT 03, RW 10 Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes Jawa Tengah 52276. Pekerjaan Wiraswasta/owner job dan Menulis. Karya-karya yang dipublikasikan: Puisinya sering terbit di New Sabah Times, Puisi sering dibaca di Radio RRI PRO 1 Semarang, terbit di Antologi Puisi bersama Deru Awang-Awang, Antologi Puisi Jejak Sajak; Sehimpun Puisi Generasi Terkini, Antologi menulis CUS Curhat Untuk SBY, Indahnya Cinta Pertama, Percaya Nggak Percaya Menulis Itu Mudah, Jatuh Cinta Menulis, Antologi Puisi Empat Negara Komunitas PBKS: Lentera Sastera, Antologi Puisi Indonesia di Titik 13, Antologi Puisi Buat Gusdur Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel diterbitkan Dewan Kesenian Kudus, Antologi Puisi Negeri Langit Persembahan Negeri Poci
31. NURAINI biasa memakai nama pena inn nuraini. Saat ini penulis bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah di kota Solo. Lahir di Sukoharjo, 07 Juni 1982. Tinggal di Bratan Rt 01 Rw 09 kel. Pajang Kec. Laweyan, Surakarta. Semasa kuliah, aktif di dunia teater yaitu di kelompok Teater Peron Surakarta FKIP UNS dan Teater Sirat IAIN Surakarta. Selama kuliah juga aktif di kelompok sastra “Sekte Soerat”. Puisi-puisinya pernah dimuat di antolologi puisi Ensiklopedia Koruptor “Puisi Melawan Korupsi Jilid IV” dan antologi “Lumbung Puisi” jilid III, antologi puisi terakota 2015.
32.Ali Syamsudin Arsi lahir di Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah, Prov. Kalimantan Selatan. Kini tinggal di kota Banjarbaru, Prov. Kalsel. Pendiri dan Ketua Forum Taman Hati, diskusi sastra dan lingkungan, bersama M. Rifani Djamhari. Pendiri dan Pembina Sanggar Sastra Satu Satu Banjarbaru.
Menerbitkan 7 buku ‘Gumam Asa’ yang berjudul: 1. Negeri Benang Pada Sekeping Papan (Tahura Media, Banjarmasin, Januari 2009). 2. Tubuh di Hutan Hutan (Tahura Media, Banjarmasin, Desember 2009). 3. Istana Daun Retak (Framepublishing, Yogyakarta, April 2010). 4. Bungkam Mata Gergaji (Framepublishing, Yogyakarta, Februari 2011). 5. Gumam Desau (Scripta Cendekia, Desember 2013). 6. Cau Cau Cua Cau (2A Dream Publishing, Juni 2014). 7. Jejak Batu Sebelum Cahaya (Framepublishing, Yogyakarta, Oktober 2014).
Menerbitkan buku kumpulan esai tentang Aruh Sastra Kalimantan Selatan (buku kumpulan esai bersama rekan-rekan: HE. Benyamine, Arsyad Indradi, Harie Insani Putra, Farurraji Asmuni, Tajuddin Noor Ganie): 1.Gagasan Besar, himpunan tulisan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, September, 2011). Buku puisi pribadi yang telah diterbitkan: 1. ASA (1986), 2. Seribu Ranting Satu Daun (1987), 3. Tafsir Rindu (1989 dan 2005), 4. Anak Bawang (2004), 5. Bayang-bayang Hilang (2004), 6. Pesan Luka Indonesiaku (2005), 7. Bukit-bukit Retak (2006).
Buku kumpulan puisi bersama, di Kalsel, yaitu: 1. Banjarmasin (1986), 2. Bias Puisi dalam Al-Qur’an (1987), 3. Banjarmasin dalam Puisi (1987), 4. Festival Poeisi se-Kalimantan (1992), 5. Jendela Tanah Air (1995), 6. Tamu Malam (1996), 7. Kesaksian (1998), 8. Wasi (1999), 9. Bahana (2002), 10. Narasi Matahari (2002), 11. Refortase (2004), 12. Dimensi (2005), 13. Taman Banjarbaru (2005), 14. 142 Penyair Menuju Bulan (2006), 15. Seribu Sungai Paris Berantai (2006), 16. Ronce Bunga-bunga Mekar (2007), 17. Tarian Cahaya di Bumi Sanggam (2008), 18. Bertahan di Bukit Akhir (2008), 19. Menyampir Bumi Leluhur (2010), 20. Kambang Rampai, puisi anak banua (2010) 21. Seloka Bisu Batu Benawa (2011), 21. Bentara Bagang (KSI Tanah Bumbu, 2012), 22. Tadarus Rembulan (ASKS, 2013), 23. Membuka Cakrawala Membaca Fitrah Manusia (ASKS 2014), 24. Duri Duri Angin Tebing (2015).Penyair ini tingal di Banjarbaru.
33.Hasan Bisri BFC lahir di Pekalongan, 1 Desember 1963. Dewan Pendiri Komunitas Sastra Indonesia (KSI) ini menulis puisi, cerpen, esai, kritik film, kolom, humor, dan skenario. Tulisannya tersebar di berbagai media cetak nasional maupun daerah. Puisi-puisinya dibacakan di MNCTV, Indosiar dan TV Edukasi. Tidak kurang dari 30 antologi puisi menghimpun puisi-puisinya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Antologi tunggalnya Jazirah Api terbit tahun 2011. Sering diundang diskusi dan membacakan puisinya di Indonesia, Brunei, Malaysia dan Thailand.Juga diundang Tadarus Puisi di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 2013 dan 2014. Kini ia aktif bergiat di Forum Sastra Bekasi (FSB).
34.Riswo Mulyadi, lahir dengan nama Riswo anak seorang petani bernama Mulyadi yang lahir di Banyumas tanggal 06 Juli 1968, mulai aktif menulis puisi tahun 2012.
Beberapa puisinya terhimpun dalam beberapa antologi bersama : Mendaras Cahaya (2014), Jalan Terjal Berliku Menuju-Mu (2014), Nayanyian Kafilah (2014), Memo Untuk Presiden (2014), Metamorfosis (2014). 1000 Haiku Indonesia (2015), Beberapa puisinya dalam bahasa Jawa dialek Banyumasan (geguritan) beberapa kali dimuat di Majalah Ancas Banyumas. Kini tinggal di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, pinggiran Barat kabupaten Banyumas Jawa Tengah,.
35.Eddie MNS Soemanto, kelahiran Padang, 4 Mei 1968. Puisi-puisi tergabung dalam beberapa antologi, diantaranya Puisi Menolak Korupsi 2 (2013), Lumbung Puisi 1 (2014), Memo untuk Presiden (2014), Gemuruh Ingatan (2014), A Peace of Me Anthology (2014), Pengantin Langit (2014), Jaket Kuning Sukirnanto (2014), Sang Peneroka (2014), Serumpun (2015), dan Puisi Menolak Korupsi 4 (2015) . Buku kumpulan puisinya Konfigurasi Angin (1997) dan Kekasih Hujan (2014).
36.Aris Rahman Yusuf adalah nama pena dari Aris Rahmanto. Tinggal di Mojokerto, Jawa Timur. Suka membaca dan menulis sejak SMP, terutama puisi. Beberapa karyanya telah terbit di beberapa antologi puisi dengan penulis lainnya, diantaranya adalah: Berdoa Bersama (Taddarus Puisi, Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto 2014), Memo Untuk Presiden (Forum Sastra Surakarta 2014), Puisi Ramadhan (Majelis Sastra Bandung 2014), Menebar Asa di Enam Musim (Pena House 2014), Antologi puisi duet Lelaki Hujan (Pena House 2014). Bunga Rampai Terminal Sastra (KKL 2015), Majapahit Dalam Puisi (KKL 2015), Puisi Menolak Korupsi 4 ( Forum sastra Surakarta 2015). Puisi-puisinya juga pernah dimuat di Metro Riau, Denpasar Pos, Malang Pos dan Radar Bekasi. Saat ini bergiat di LILIPUT (Lingkar Literasi Putih).
37.ARIF KHILA, Lahir di Pati 20 agustus 1981, Aktivitas sehari-hari adalah sebagai guru mapel Sosiologi di MA. Salafiyah Kajen Pati, salah satu pendiri di Gandrung Sastra Margoyoso (2012), aktif juga Gosek Tontonan Pati, di Teater Mina Tani Pati, Pelatih sekaligus pendiri Teater Aliyah Salafiyah ( TEASA). Antologi puisinya (Bersama Aloeth Pathi) berjudul Lukisan Kenangan (Gandrung Sastra Media, 2014), Puisi Menolak Korupsi 4 (Forum Sastra Surakarta, 2015)
38.Nani Tandjung. Lahir di Sibolga 26 Agustus 1950. Masih tercatat sebagai Pembina di Yayasan Pendidikan Anak Indonesia, Taman Belajar dan Bermain, Pertiwi Nusa Bhakti, Jakarta Barat. Bekerja sama dengan guru-guru suka dan relawan dengan dimulai dari fasilitas yang ada.
39.Kurnia Fajar, Dilahirkan pada 13 Oktober, 30 tahun silam di Klaten. Kemudian menempuh pendidikan formal seperti anak pada umumnya hingga lulus SMA di Wonogiri. Melanjutkan kuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Pada masa kuliah S1, aktif dalam kegiatan kesenian kampus yang tergabung dalam Teater Peron FKIP UNS. Pendidikan terakhir adalah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Kini menjadi staf pengajar di SMA N 1 Wonogiri dan UPGRI Semarang.
___________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar